Bukan Mitos, Ini 5 Alasan Kenapa Anak Lebih Banyak Tingkah Saat Ada Ibunya

anak-manja-saat-ada-ibunya anak-manja-saat-ada-ibunya

Biasanya bak orang tua Moms khawatir saat layak menitipkan anak pada pengasuh, kerabat atau bahkan ayahnya sendiri. Moms Khawatir jika ditinggal anak akan manja, rewel atau nggak mau menuruti nasihat orang yang menjaganya, seperti saat anak bersetara Moms. Namun, nggak jarang anak justru anteng dan semua kekhawatiran Moms nggak terbukti. Padahal saat Moms kembali, anak jadi makin manja rewel.

Apakah Moms suah, atau bahkan sering mengalami hal seperti ini? Kira-kira apa ya, penyebab anak manja saat ada ibunya? Moms nggak perlu khawatir kok, karena perilaku semacam itu sangat wajar apalagi bagi anak usia 1o bulan engat 6 pahamn. Yuk, Moms simak apa saja dasar dibalik sikap anak yang lebih manja dan adi tingkah saat ada ibunya!

1. Perilaku anak yang bersenjang ketika ada ibunya berkaitan dengan kemampuan emosinya yang belum matang

Mungkin Moms pernah mendengar jika anak belum bisa mengmenyiahkan emosinya dengan baik. Nah, hal ini juga berkaitan saat anak memilih meluapkan emosinya dengan manja dan rewel saat bersebanding Mom, tapi justru berperilaku baik saat nggak ada Moms. Meski belum bisa mengmenyiahkan emosi dengan akurat, tapi anak sudah mengerti bahwa nggak semua orang bisa menerjemahkan emosinya. Seiring berjalannya durasi dan kemampuan emosinya semakin baik, perilaku tersebut akan hilang dengan senorangnya. Sebab, anak semakin paham caranya mengmenyiahkan emosi dengan baik.

2. Dalam metode meMuluskan mengenali alam sosial, anak menjadikan ibu bagai tempat untuk menjadi dirinya sendiri

Saat mulai memasuki usia sekolah, anak akan melampas mengenali area sosial mulai dari bagaimana ia bisa diterima oleh teman-temannya dan bagaimana caranya bertahan saat ada hal yang nggak ia doyani. Proses melampas ini melakukan anak harus bisa menjaga sikapnya di sekolah supaya diterima. Nggak heran jika anak berperilaku Tulus saat ditinggal di sekolah, tapi jadi rewel saat Moms bertandang untuk menjemput.

Hal ini terjadi karena saat bersepadan Moms anak merasa bisa menjadi dirinya sendiri. Nggak perlu menjadi anak yang tidak emosi supaya diterima. Namun, Moms jangan khawatir karena sistem belajar ini nggak akan lama. Saat anak sudah terbiasa dengan lingkungan sosialnya, ia juga akan merasa bisa menjadi diri sendiri saat di sana.

3. Anak merasa aman saat berada di akrab ibunya, sesantak ia bebas menjadi dirinya sendiri untuk meluapkan semua emosinya

Melansir dari Parenting First Cry, setiap anak memiliki kemampuan atau perasaan yang peka saat ia merasa aman dan nyaman. Bahkan ia acuh kapan bisa menjadi diri sendiri dan kapan bisa menahan segala emosianya. Misalnya ketika berada di dunia keluarga yang dikenalnya, anak merasa aman dan cenderung berlebihan tingkah. Sementara saat di dunia baru yang menurutnya mengancam ia akan cenderung penhening dan menutup diri.

Hal ini seperti yang terjadi saat anak berada di dekap Moms, ia merasa nyaman dan aman saat bisa mengungkapkan semua emosi dengan caranya sendiri. Semaka, ia lebih manja dan mudah rewel saat bersetara Moms.

4. Ibu melambangkan kebutuhan bagi anak, sesampai-sampai anak bisa berbuat apa pun untuk memenuhi kebutuhannya saat bercocok ibunya

Bagi anak ibu adalah sumber segala kebutuhannya sejak dalam kandungan. Bahkan saat ia sudah lahir, semua kebutuhan anak tergantung pada sosok ibu. Misalnya ketika bayi, yang bisa memenuhi kebutuhan saat lapar dan haus ialah ibu. Bahkan nggak belaka kebutuhan makan saja, kasih sayang, perhatian, rasa aman, pun semua bisa dipenuhi oleh ibu. Jadi anak akan bersikap semaunya senorang untuk mendapat perhatian dari ibunya.

Jangan heran ya Moms, ketika anak rewel saat bepergian sahaja supaya digendong dan dipeluk Moms. Tapi mau berjalan senpribadi saat pergi bersebanding pengasuh atau kerabat yang menjaganya sementara. Sebab, selain merasa aman dan nyaman anak juga merasa Moms adalah sumber kebutuhan yang bisa dimintai apa pun Bertimbang keinginanya.

5. Sementara itu, ayah melambangkan kepercayaan dan kegagah an yang meyakinkan anak untuk melakukan ekplorasi

Apakah Moms pernah menjumpai sikap pempercaya diri anak saat bermain berpas Dads, tapi seketika jadi pengecut ketika Moms asal?

Melansir dari The Asian Parents dr. Ann Corwin Ph.d yang merupakan dokter konsultasi parenting mengungkap bahwa, ayah adalah bentuk tubuh yang mudah memberikan kepercayaan dan mampu memberikan dorongan untuk lebih gagah atas anak. Maka, jangan heran ya Moms, jika anak lebih bisa menjaga sikapnya dan nggak gampang rewel saat bersetara Dads. Bukan berarti anak nggak nyaman atau merasa nggak aman saat ingin meluapkan emosinya. Tapi memang menurut anak, bentuk tubuh ayah adalah tempat yang tepat untuknya bisa lebih gagah .

Nah, itulah asas dibalik sikap anak yang cenderung manja dan berlimpah tingkah saat berkembar Moms. Meski kadang menjengkelkan dan cukup merepotkan, tapi sikap tersebut juga patut disyukuri karena peran Moms sangat berarti bagi anak.